Saat ini banyak sekali wisatawan yang bisa dengan mudah memilih tempat untuk bermalam ketika berpergian. Dan bahkan mereka bisa memesan jauh-jauh hari sebelum menginap di sekian banyak penginapan. Terdapat ratusan bahkan ribuan penginapan diseluruh dunia, salah satunya adalah G Syariah Hotel yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo No 182, Way Halim Permai Kota Bandar Lampung.

Namun tahukah kalian hotel pertama di dunia itu seperti apa? Apakah hotel tersebut masih ada sampai sekarang? Seperti apa bangunannya? Dan dibangun pada tahun berapa?

Hotel pertama di dunia adalah Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel ini berlokasi di Jepang. Nishiyama Onsen Keiunkan berada tak jauh dari Gunung Fuji, tepatnya di Prefektur Yamanashi.

Hotel Tertua di Dunia Berlokasi di Jepang

www.cnnindonesia.com

Saat itu, Hotel Nishiyama Onsen Keiunkan sudah terkenal bukan karena satu-satunya penginapan, tapi juga karena berada di lokasi dekat dengan pemandangan alam yang indah. Para tamu bisa dengan mudah memandang gunung terbesar di Jepang, Gunung Fuji.

Selain itu, mereka juga bisa berendam di pemandian air panas (onsen) yang mengalir langsung dari sumbernya. Air panas di Nishiyama Onsen Keiunkan juga disebut-sebut bisa memulihkan kondisi tubuh yang sedang sakit.

Dibangun berabad-abad berlalu, hotel Nishiyama Onsen Keiunkan sampai saat ini masih berdiri kokoh. Hotel ini mengalami sedikit modernisasi, tapi corak dan gaya tradisionalnya masih kental.

Kini, bukan hanya samurai, shogun, dan perantau yang bisa mencicipi bermalam di hotel tersebut. Hotel Nishiyama Onsen Keiunkan juga menjadi destinasi mancanegara, mulai dari selebritis papan atas sampai politisi dari berbagai dunia.

Nishiyama Onsen Keiunkan dipelihara oleh keluarga Fujiwara Mahito secara turun temurun sampai 52 generasi.

Ciri khas yang selama berabad-abad ditawarkan masih tetap sama. Baik keindahan alamnya maupun pemandian air panasnya masih dianggap menenangkan dan menjadi daya tarik.

Dalam situs resminya, hotel ini terdiri dari 37 kamar yang didekorasi dengan gaya tradisional Jepang.

Di sana juga tersedia restoran dengan menu makanan dan menggunakan alas tradisional tatami. Tamu yang hendak bermalam di hotel ini bisa membayar mulai dari 52 ribu yen (sekitar Rp6,8 juta) per malam.

Nishiyama Onsen Keiunkan pun tak jauh dari destinasi wisata atau tempat-tempat bersejarah di Jepang. Kurang lebih tiga jam dari hotel, ada Kuil Zenko-ji.

Kuil ini merupakan salah satu kuil yang memiliki aula pemujaan besar yang dibangun dengan gaya shumoku-zukuri.

Bangunan Kuil Zenko-ji berarsitektur Buddha periode Edo tengah terbesar di Jepang Timur. Kuil ini ditetapkan sebagai bangunan warisan sejarah dan cagar budaya nasional.

Selain Kuil Zenko-ji, hotel ini juga dekat dengan Taman Monyet Jigokudani. Selama musim dingin, monyet-monyet Jepang bergelantungan di sepanjang taman, terutama di sekitar sumber air panas.

Di tengah menjamurnya hotel bergaya modern, menginap di hotel tradisional seperti Nishiyama Onsen Keiunkan bisa menjadi pengalaman menarik. Menikmati fasilitas-fasilitasnya sembari napak tilas nuansa berabad-abad yang lampau.

Selain Nishiyama Onsen Keiunkan, hotel-hotel bergaya tradisional juga banyak ditemui di Jepang.

Hotel-hotel itu di antaranya Ryotei Hanayura, Esashi Ryotei Kuki, Rykan Zaborin, TsurugaBesso Hinanoza, Suizantai Club Jozankei, Ocean Villa Furukawa, dan Heiseikan Shiosaitei.

Sumber : www.cnnindonesia.com